Kisah Aisyha Penderita Tumor Leher, Tak Ingin Menangis karena Mengerti Keadaan Ayahnya

Di sana, Aisyha divonis mengidap tumor leher yang mengenai kelenjar submandibula, sehingga lehernya membengkak. Aisyha pun dirujuk ke RSHS untuk melakukan operasi.
Sebagai buruh harian lepas di Buah Batu, Kota Bandung, Pak Firmansyah tidak bisa membayar biaya operasi Aisyha yang mahal. BPJS yang ia miliki pun hanya bisa digunakan untuk CT Scan, Biopsi, pengambilan sampel darah, dan rongsen.

Seolah mengerti keadaan sang ayah, Aisyha tak sekalipun menangis dan mengeluh sakit. Ia tetap bermain seperti biasanya, walau wajahnya tidak bisa berbohong karena senyumnya perlahan menghilang.
Kini, sudah 5 bulan Aisyha bertahan dengan tumor di lehernya. Setiap malam, Aisyha sulit untuk tidur lelap karena benjolannya semakin besar, melebar hingga ke wajahnya. Firmansyah sangat khawatir dengan tumor yang menguasai leher anaknya.
Jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan gangguan di saraf hipoglosal yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Bantuan netizen pun dibutuhkan untuk membantu Aisyha kembali bisa menikmati kesehariannya dengan normal.

Belum ada Komentar untuk "Kisah Aisyha Penderita Tumor Leher, Tak Ingin Menangis karena Mengerti Keadaan Ayahnya"
Posting Komentar